Tampilkan postingan dengan label Cara Menanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Menanam. Tampilkan semua postingan
Jenis Jenis Tanaman yang Bisa dibudidayakan Dengan Cara Hidroponik – mmm pasti bnayak seklai tanaman yang bisa ditanam menggunakan cara tanpa media tanah atau sistem bercocok tanam hidroponik. Tanaman hidroponik ini bisa dibudidayakan di rumah. Maka dari itu saat ini hidroponik sudah banyak dipilih juga bagi mereka yang ingin bercocok tanam, tetapi tidak memiliki lahan atau malas keluar rumah. Sistem hidroponik ini bisa dilakukan di depan rumah, di samping rumah, ataupun di belakang rumah. Yang menjadi salah satu kelebihan dari sistem tanam hidroponik ini adalah tidak membutuhkan tanah. Tanah yang berfungsi sebagai media untuk melarutkan unsur hara untuk diserap tumbuhan, digantikan oleh media lain dalam sistem hidroponik. Akan tetapi faktor utamanya tetap ada pada larutan nutrisinya. Jika memang benar kita bisa bercocok tanam dengansistem hidroponik di rumah.
Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik

Berikut ini beberapa tanaman yang sudah lumrah ditanam dengan cara hidroponik :

Selada. Daun selada dinilai menjadi salah satu pilihan terbaik jika Anda ingin menanam sayuran dengan sistem hidroponik. Apalagi selada tidak membutuhkan perhatian yang telralu rumit agar bisa tumbuh subur dan bisa dipanen dengan cara hidroponik. Pada saat bibit tanaman selada disemai, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu bibit akan tumbuh dua daun. Barulah setelah itu dipindahkan ke media tanam utama untuk dialiri air dan larutan nutrisi agar pertumbuhannya cepat. Pertumbuhannya cepat dan panennya juga cepat. Ketika bagian luar daunnya dipotong, maka bagian dalam akan tumbuh lagi dengan cepat untuk menggantikannya.

Sayuran Berdaun Hijau (bayam, kangkung, sawi ijo). Jenis tanaman hidroponik selanjutnya adalah sayuran berdaun hijau. Sama halnya dengan tanaman selada, sebagian besar jenis sayuran yang daunnya hijau juga bisa tumbuh dengan baik menggunakan sistem hidroponik. Beberapa jenis sayuran berdaun hijau yang bisa Anda tanam dengan sistem hidroponik diantaranya bayam, kangkung, sawi, dan sebagainya. Akan tetapi Anda harus memperhatikan tanaman sayuran berdaun hijau tersebut agar tumbuhnya tidak terlalu besar, karena akan mengganggu sirkulasi udara. Lama untuk memanen sayuran berdaun hijau ini pun terbilang cepat, yaitu pada hari ke-26 sampai hari ke-29. Jika lebih dari 29 hari rasa sayurannya bisa pahit.

Mentimun. juga menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang paling banyak ditanam. Tetapi timun lebih membutuhkan perhatian ekstra ketimbang dua jenis tanaman sebelumnya. Lebih-lebih masalah tempatnya, karena timun pasti membutuhkan tempat yang lebih luas. Nah, jika tahu demikian, tentu saja Anda bisa menanam sendiri sayuran yang Anda butuhkan dan memanennya sendiri setiap beberapa minggu sekali. Dengan demikian Anda bisa menghemat pengeluaran, bukan? Akan tetapi ada beberapa hal lagi yang perlu Anda perhatikan dalam perawatan beberapa jenis tanaman hidroponik tadi. Diantaranya adalah cahaya matahari yang masuk dan diserap oleh tanaman tidak boleh terlalu berlebihan dan tidak disarankan cahaya matahari langsung. Nah, hal inilah yang membuat menanam tanaman secara hidroponik sama repotnya seperti merawat bayi. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan dengan baik.

Disamping tanaman diatas berikut ini jenis tanaman yang bisa dibudidayakaan untuk tanaman hidroponik Beberapa tanaman yang sering ditanam secara hidroponik, adalah sayur-sayuran seperti bak choy, brokoli, sawi, kailan, bayam, kangkung, tomat, bawang, bahkan strowbery, dll. Tanaman demikian sering menjadi pilihan utama kaum vegan/vegetarian yang sangat memperhatikan proses suatu tanaman apakah terdapat pembunuhan makhluk hidup, tercampur unsur kimiawi, konservasi lingkungan dan usaha penghijauan.[tk]

Tags:
tanaman yang cocok untuk hidroponik, macam macam tanaman hidroponik, tanaman yg cocok untuk hidroponik, buah yang bisa ditanam dengan hidroponik, Tanaman yang bisa di hidroponik, tanaman yang bisa hidroponik, tanaman yang bisa ditanam hidroponik, tanaman yg cocok untuk hydroponik, jenis tumbuhan hidroponik, sayuran yang bisa ditanam secara hidroponik
Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik. Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan memanfaatkan halaman pekarangan, berbagai jenis sayuran dapat dihasilkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sendiri. Namun tidak demikian halnya di daerah perkotaan, halaman pekarangan pada umumnya sempit, dan tidak jarang sudah dilapisi dengan semen sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk bertanam sayuran.

Teknologi hidroponik bisa menjadi alternative. Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam secara hidroponik, untuk sarananya bisa menggunakan paralon. Hidroponik dengan cara ini dapat diterapkan oleh siapa saja karena sangat mudah. Tanaman dapat ditempatkan dimana saja, yang penting pada saat hujan tanaman tidak kehujanan. Kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Sebagaimana sudah diketahui bahwa untuk pertumbuhannya tanaman memerlukan sinar matahari. Dalam satu hari tanaman minimal membutuhkan 5 jam penyinaran tetapi dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang terik tidak baik untuk tanaman. Tanaman yang cocok ditanam dengan teknologi ini adalah tanaman sayuran daun seperti selada, pakcoy, caisim, bayam, kangkung dan sebagainya. Menurut standar FAO, kebutuhan sayuran adalah 65 kg/kapita/tahun. Adapun konsumsi rata-rata orang Indonesia adalah baru 34,5 kg/kapita/tahun. Gambar dan penjelasanya dibawah ini diharapkan dapat membantu Anda menjadi lebih mudah memahami teknologi hidroponik sederhana ini.
  • Alat dan bahan hidroponik yang diperlukan

 1. Hidroponik kit untuk bercocok tanam, dapat dibuat dari paralon
 2. Media tanam Rockwool. Rockwool terbuat dari batuan volcanic yang di panaskan sedemikian rupa      sehingga akhirnya terbentuk serat-serat. Media ini steril dari sumber hama, penyakit dan gulma
  • Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik

 1. Benih sayur. Berbagai jenis sayuran daun danpat di tanam dengan teknologi ini. Misalnya kangkung, selada, pakcoy, caisim dan sebagainya.
  2. Nutrisi hidroponik Karena pada system hidroponik, tanaman mendapatkan unsur hara dari larutan, maka larutan tersebut harus mengandung nutrisi.
  3. Semai. Semaikan benih ke media yang sudah disiapkan. Pilih benih yang bernas (berisi). Gunakan pinset. Benih dibenamkan ke media sedalam kira-kira 2-5 mm
  4. Penyiraman Benih yang sudah disemai disiram sampai media tanam menjadi basah. Gunakan air   bersih, belum menggunakan pupuk.
  5. Tutup kit dengan plastic selama 3-5 hari. Tujuannya agar media jadi lembab dan selalu hangat sehingga perkecambahan akan mudah. Benih akan berkecambah setelah 3-5 hari. Isi hidroponik kit dengan larutan nutrisi sampai menyentuh bagian bawah dari media tanam. Hidroponik kit harus diletakan pada tempat yang datar, mendapat sinar matahari dan sebaiknya tidak kena hujan. Apabila nutrisi berkurang, tambahkan lagi larutan nutrisi. Setelah 30 hari, sayuran bisa dipanen, tergantung jenis sayuran dan sinar matahari. Teknik ini sangat minim pemeliharaan.
Menanam Hidroponik Dengan Sumbu Kain Sejak metode bercocok tanaman hidroponik ini menyebar di seluruh indonesia, para pengusaha pertanaman pun memakai cara ini untuk menata kebunnya dan memperkenalkannya kepada ibu rumah tangga kota. Sudah tentu, para ibu rumah tangga yang sampai saat ini memakai pot biasa dalam penataan ruangan rumahnya, lebih senang mengurus pot yang bersih dari pada yang kotor oleh tanah. 

Sesungguhnya juga sudah mulai 70-an, hidroponik yang semula dilakukan untuk menghasilkan sayur mayur di rumah kaca itu dicoba dalam pot penghias ruangan rumah. Hanya saja waktu itu kita belum begitu tertarik, karena bentuk pot hidroponik masih belum bagus mempesona seperti sekarang. Baru dalam tahun 2013 belakangan ini, kita makin semangat berhidroponik, berkat macam-macam alat penemuan baru yang diedarkan di pasaran, mulai dari pot berjendela dan kerikil sintetik, sampai kantong makanan dan tangki air. Itu semua memudahkan para penggemar untuk membanting setir, dari pot berlepotan ke bejana salon yang cantik dan bersih.

Bertanam dengan sumbu
Ketika tahun 90-an ketika hidroponik rumah tangga ini masih dalam taraf percobaan, menanam bunga kesayangan dalam pot model biasa yang lubang bawahnya diberi segebung sumbu kompot, untuk menyerap cairan makanan dari piring atau bak tempat menaruh pot. Dulu, wadah pot memang masih berupa piring ceper atau bak yang rendah. Sumbu ini masuk ke dalam pot sedalam paling sedikit dua cm. Ujungnya yang berada dalam pot diurai ke perbagai arah, sehingga nantinya larutan makanan yang aka diserapkan ke medium tanam dapat tersebar secara merata.

Pot yang direndam bagian bawahnya dalam larutan makanan dalam piring ceper itu harus diganjal sesuatu, supaya sumbu yang melambai-lambai dari lubangnya tidak terjepit, dan mampu meresapkan cairan ke dalam pot, dengan lancar.

Cara yang dikenal sebagai pengairan dengan sumbu ini memang dapat dinikmati keberhasilannya, tetapi tidak praktis jika potnya terlalu banyak, dan masing-masing diberi piring ceper penampung cairan makanan. Kerapian tidak terjaga lagi, apalagi kalau piringnya diserbu macam - macam serangga malam, yang menemui ajalnya dalam larutan garam, termasuk laron yang mau nikah.

Untunglah kemudian ada yang menyempurnakan cara itu dengan menciptakan pot bersumbu yang dipasang dalam wadah berupa pot juga, yang garis tengahnya agak lebih besar. Dengan demikian, pot hidroponik ini selalu terdiri dari dua bagian. Pot bagian dalam yang merupakan tempat bertanam, dan pot bagaian luar yang merupakan wadah bagi pot bagian dalam, dan sekaligus berlaku sebagai penampung air atau larutan makanan tanaman.

Sumbu Kain
Pot bersumbu dari plastik polivinilklorida buatan Indonesia ini mempunyai bibir yang melengkung keluar, supaya dapat ditumpangkan pada tepian pot bagian luar. Sumbunya bukan sumbu kompor, tetapi pita lebar dari kain keras yang biasanya dipakai sebagai penguat kraag kemeja itu. Pita ini ditembuskan lewat dasar pot bagian dalam, melalui sepasang celah yang cukup lebar bagi pita kain itu, tetapi cukup sempit bagi kerikil medium tanam jangan sampai menerobos jatuh ke tempat cairan makanan.

Dalam pemakaiannya, sumbuk kain itu harus dipasang melengkung dengan lengkungannya berada di dalam pot, sedang ujung pangkalnya melambai-lambai di luar (bawah) pot. Pemasangan harus demikian rupa, hingga lengkungannya dapat cukup jauh menyembul ke atas, dengan jalan menyelipkan sejumlah kerikil di bawahnya, yang cukup banyak mengganjal pita kain itu. Dengan begitu, cairan yang diresapkan ke atas dapat mencapai bagian pot yang lebih tinggi daripada jika pita itu tidak dibuat melengkung, tetapi datar saja di dasar pot.

Akan tetapi kelemahan sumbu ini masih merepotkan, karena pada dinding pot luar ada lubang kecil kira-kira di tempat setinggi batas dasar pot bagian dalam. (Pot ini bagian dalam ini memang lebih pendek daripada pot bagian luar, sehingga dasarnya melayang kira-kira 2-3 cm diatas dasar pot bagian luar). Untuk mencegah jangan sampai larutan makanan menggenangi pot bagian luar secara berlebihan sehingga mencapai dasar pot bagaian dalam (yang melayang di atas itu), antara permukaan larutan dan dasar pot bagian dalam ini memang masih harus ada ruangan berudara, untuk menjaga agar senantiasa ada persediaan oksigen yang cukup bagi akar tanaman. Untuk mengusahakannya, perlu ada lubang pengeluaran air kelebihan itu. Dan lubang inilah yang merepotkan, karena cairan dari dalam pot dapat mengotori meja bagus, tempat menaruh pot itu.

Wick system adalah metode hidroponik yang menggunakan perantara sumbu antara nutrisi dan media tanam. Cara ini mirip dengan mekanisme kompor, dimana sumbu berfungsi adalah untuk menyerap air. Sumbu yang dipilih adalah yang mempunyai daya kapilaritas tinggi dan tidak cepat lapuk. Sejauh ini yang sudah saya coba, kain flanel adalah sumbu terbaik untuk wick sistem. Boleh dibilang, sistem ini adalah yang paling sederhana. Bisa menggunakan botol plastik bekas, kaleng cat bekas, atau styrofoam box bekas.
Bagi anda yang tinggal di kota besar, bisa jalan-jalan ke swalayan atau toko buah yang menjual anggur. Styrofoam box anggur ini biasanya tidak dijual lagi oleh pemiliknya. Box tersebut bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti sawi, pakchoy, kangkung atau bayam. Dengan satu box, anda bisa membuat sekitar 9-12 lobang tanam. Enak lho, bisa memanen sayuran sendiri dari hasil tanam sendiri. Apalagi jika menggunakan sistem hidroponik. Sayuran segar, bebas pestisida, bebas hama cacing dan bersih dari tanah.
Styrofoam Box Buah
Selanjutnya, bolongi styrofoam box bagian atas anda 9-12 lobang dengan menggunakan solder listrik, atau bisa juga dengan kawat yang sudah dibulatkan lalu dipanaskan dengan api. Kemudian potong kain flanel sekitar 15 cm untuk sumbu. Lobangi cup es krim atau bekas air mineral gelas, lalu masukkan sumbu sekitar 15 cm ke dalam cup, sisanya biarkan menggantung untuk penyerapan air dari box penampung nutrisi. Box bagian bawah dilapisi dengan plastik berwarna hitam agar dapat menampung air, bisa juga dengan plastik berwarna putih, hanya saja rentan terkena lumut

Dilapisi Plastik

Media semai untuk wick system bisa mengunakan rockwool, sekam bakar, cocopeat, pakis dan sebagainya. Menurut saya, rockwool adalah media semai sayuran yang paling baik. Selain menyimpan air yang dibutuhkan untuk mempercepat proses perkecambahan, kita juga dapat mengamati langsung proses kecambah benih yang kita semai. Ada baiknya penyemaian dilakukan di ruangan gelap untuk mempercepat proses kecambah. Ketika sudah berkecambah sedikit, langsung taruh di tempat yang kena cahaya matahari agar bibit tidak etiolasi.



Semaian pada Sekam Bakar + Pakis

Rockwool

Untuk sayuran seperti sawi dan pakchoy, dapat dipanen sekitar 25-30 hari semenjak pindah dari semaian. 1 box styrofoam dapat menghasilkan tanaman untuk 2 kali panen. Selain segar, terjamin sehatnya sayuran tersebut, karena biasanya sistem hidroponik tidak menggunakan pestisida kimia, melainkan pestisida nabati untuk menghindari hama. Gampang kan?
Akar Pakchoy




Sekian Informasinya semoga bermanfaat,dan kami menyediakan perlatan hidroponik
KLIK 
  Fungsi Lampu Pada Hidroponik ,gunakan lampu untuk membantu seed/ benih tumbuh. Ketika benih mulai tumbuh membutuhkan cahaya atau sinar matahari yg cukup, namun saat musim-musim hujan biasanya intensitas cahaya bisa saja menjadi kurang karena mendung atau hujan sehingga tanaman muda / benih tidak bisa mendapatkan cukup sinar matahari hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kurus ( Etiolasi)
   Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan atau kekurangan cahaya. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning sehingga hormon auksin meningkat maka terjadilah Etiolasi. Untuk menjaga hal tersebut bisa kita lakukan dgn cara menambahkan lampu di dalam ruangan dan sebaliknya, menggunakan lampu yg cukup kuat untuk proses fotosintesis cahaya cahaya kuat (tidak harus panas) tempatkanlah lampu dengan jarak yg cukup fokus diatas tanaman....

Budidaya selada hidroponik tidak jauh berbeda seperti menanam tanaman sayuran secara hidroponik di artikel-artikel sebelumnya. Menanam selada secara hidroponik memiliki banyak keuntungan dan bisa menjadi bisnis anda dirumah.
Budidaya Selada hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena setiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda - beda. Tapi dengan penjelasan saya dibawah ini semoga pembaca tidak kesulitan untuk memahami cara budidaya selada hidroponik ini.

Tahap penyemaian.
Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).

Bahan yang diperlukan adalah :
   -Baskom bekas untuk penyemaian
   -Arang sekam
   -Benih selada
   -Plastik hitam

Caranya :
  -Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
  -Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
  -Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
  -Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
  -Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
  -Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
  -Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
  -Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.

Tahap pindah tanam.
 -Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam.  -  -  -Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
 -Alat/bahan yang diperlukan :

Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastik
Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.

Caranya :

Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.

Tahap pembesaran
Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen.

Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.

Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.

Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada.

Penjualan
1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000

Untuk Diingat
Selada perlu 560-840 ppm nutrisi . Untuk 1 minggu pertama siram memakai air biasa, selanjutnya memakai larutan nutrisi encer (350-400ppm) saja. Jangan lupa harus terkena matahari.
Assalamualaikum Wr Wb sobat hidroponik semua. Sudah sampai mana nih pertumbuhan tanaman hidroponiknya?
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang cara menanam cabe secara hidroponik. Cabe yang ditanam adalah biji cabe yang dijual di toko pertanian. Eits..ingat ya! Lihat tanggal kadaluarsa benih cabe saat membeli ya!

PENYEMAIAN

Menanam cabe dari biji sebenarnya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah :
Nampan ukuran 30 x 20
Metan (Media Tanam) = cocopeat (sabut kelapa), bisa diganti dengan tissue.
Air
Of course! biji cabe tidak ketinggalan.
Lidi
Siapkan nampan, dan taburkan cocopeat di atasnya sampai ketebalan 1 cm. Siramkan air ke seluruh cocopeat sampai basah namun air tidak sampai menggenang. Sebar benih/ biji cabe sambil ditekan dengan lidi agar biji terbenam dalam cocopeat basah. Letakkan persemaian biji cabe didalam ruangan saja, dan tidak perlu terkena sinar matahari. Siram setiap pagi dengan air (tidak sampai menggenang airnya) untuk melembabkan biji cabe. Tunas cabe akan muncul dan inilah pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat.
Setelah tunas memiliki akar dan daun (7 sampai 10 hari), tunas bisa segera dipindah ke media hidroponik.

CABE HIDROPONIK

Hidroponik yang dipakai menggunakan DWC (Deep Water Culture)

Alat dab bahan yang digunakan:
     1. DWC Hidroponik Set (Bisa dibeli di Hidroponik Garden)
     2. Aerator (pompa udara)
     3. Metan akar pakis
     4. Pupuk organik (yang murah meriah oeee)
Pindahkan tunas cabe dari penyemaian dengan hati-hati, agar tunas tidak patah. Letakkan di dalam net pot yang sudah diisi dengan akar pakis. Letakkan net pot ke dalam reservoir hidroponik, dan pastikan akar cabe menyentuh air dalam reservoir. Langkah terakhir adalah memasukkan pupuk organik ke dalam reservoir, dan nyalakan aerator untuk memberikan oksigen ke dalam reservoir. Untuk perawatan cukup mengecek level air dalam reservoir agar selalu menyentuh akar cabe, jika level air berkurang cukup tambahkan air sampai menyentuh akar.

Demikian sahabat hidroponik, semoga info ini bermanfaat. Silahkan kunjungi blog ini untuk informasi hidroponik organik. Wassalaamu alaikum Wr Wb.