Banyak sekali konsep dalam penataan sebuah ruangan, apakah pengalaman menjadi dasar seseorang bisa menata sebuah ruangan? jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Sebagai contoh seorang yang sedang memiliki waktu senggang cukup lama dan tiba tiba memiliki ide untuk merubah ruang kamar pribadinya, bermodal internet dia mencoba mencari beberapa refrensi yang dia gabungkan menjadi beberapa konsep sederhana dan sesuai dengan apa yang disukainya. '

Seperti pemilihan cat tembok, penataan benda, pencahayaan baik itu bentuk atau warna gorden dll.
Jadi pengalaman bukanlah sebagai patokan seorang akan memiliki kemampuan dalam menata sebuah ruangan menjadi baik.

40 Serenely Minimalist Bedrooms To Help You Embrace Simple Comforts

namun ada beberapa tips dan trick yang bisa dipelajari oleh kita sebagai orang awam. contoh sebagai berikut :

1. Membuat sebuah ruangan agar terlihat tinggi
- warnai langit-langit dengan warna putih
- Warna yang lebih cerah
- Gunakan garis vertikal
- Jauhi aksesori di langit-langit
- Pencahayaan.yang baik
- Gorden yang panjang
- Bisa menggantung aksesoris /lukisan lebih tinggi

2. Menjadikan ruangan terlihat luas
- Pakailah warna netral
- Buat furniture multifungsi
- Gunakan cermin untuk memperluas ruangan
- Pasang TV pada dinding
- Aplikasikan jendela dan tirai besar pada rumahmu
- Dan kurangi penggunaan pintu atau sekat

3. Ruangan menjadi lebih hangat
- Gunakan furnitur yang penuh warna. Anda dapat menggunakan warna-warna yang dapat membangkitkan semangat, seperti warna kuning, merah, hijau, biru, dan orange pada ruangan Anda.
- Gunakan beragam tekstur
- Gunakan dinding bertekstur
- Menggunakan warna hitam dan putih
- Buku
- Perpaduan abu-abu dengan emas

Oke baiklah cukup sampai disini beberapa tips dan trick cara menata sebuah ruangan. Dan disini penulis ingin memperkenalkan beberapa penghias ruangan yang dapat mempercantik ruangan anda.
Baik itu di kamar, ruang tamu, dapur dll.
yuk cek produknya..
rak berbentuk segi 6 dengan Material kayu solid/ kayu jati belanda. 

cocok buat anak muda dan orang tua. menambah kegantengan sebuah ruangan.





Manfaat Hidroponik dan Pengertiannya  Hidroponik merupakan salah satu media tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman. Penanaman ini merupakan hal baru dalam dunia pertanian, namun banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui cara melakukannya dan apa keuntungannya.

1. Dengan menggunakan hidroponik, para petani akan dapat meningkatkan kualitas dan hasil produksi tanaman yang dapat di lakukan dengan menggunakan lahan sempit di perkotaan dengan media rumah kaca. Untuk menghasilkan produksi tanaman yang baik dan juga melimpah, para petani harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi kualitas dari tanaman yang salah satunya adalah tingkat kelembapan pada rumah kaca atau lainnya.

Tanaman yang menggunakan hidroponik dapat di tanam menggunakan pot atau wadah dengan menggunakan air atau bahan lainnya berupa kerikil, pecahan genteng pasir, pecahan batu ambang dan lain sebagainya sebagai media penanaman. Perlu di ketahui manfaat menggunakan media ini sangatlah besar seperti sebagai berikut :

Tanaman lebih tahan dan kuat terhadap hama dan penyakit.
- Produksi tanaman lebih jauh lehih tinggi.
- Tanaman lebih cepat tumbuh dan berkembang.
- Pemupukan yang di gunakan lebih efektif dan efesien.
- Tanaman memberikan hasil yang kontinu.
- Lebih mudah dalam perawatan dan juga tidak membutuhkan tenag lebih besar.
- Dapat di lakukan di tempat yang luas dan terbatas.
- Tanaman dapat tumbuh degan baik meskipun tidak semestinya di tanam.
Keuntungan ini memberikan hasil yang lebih memuaskan bagi para petani,sehingga para petani tidak akan mendapatkan kerugian yang besar dalam penanam tanaman. Namun, jika anda tidak mengetahui tanaman bisa di tanam dalam media ini. Berikut jenis tanaman yang dapat di gunakan dalam media hidroponik.

Jenis tanaman yang di gunakan dengan media hidroponik

- Sayuran : selada, sawi, pakshoi, tomat, wortel, aspragus, brokoli, cabai, seledri, bawang merah, bawang putih, bawang daun dan lain-lainnya.
- Tanaman buah-buahan : melon, tomat, mentimun, semangka, strawberry, paprika dan lain-lainnya.
- Tanaman hias: krisan, gerberra, angrek, kaladium, kaktus dan lain-lainnya.
Jika sudah mengetahui tanaman yang sangat cocok di gunakan dalam media ini, para petani bisa langsung mencoba penanam dengan media hidroponik ini.

Dekianlah pengertian hidroponik dan manfaatnya semoga informasi dapat membantu dan berguna bagi para pembaca. Terima kasih
Jenis Jenis Tanaman yang Bisa dibudidayakan Dengan Cara Hidroponik – mmm pasti bnayak seklai tanaman yang bisa ditanam menggunakan cara tanpa media tanah atau sistem bercocok tanam hidroponik. Tanaman hidroponik ini bisa dibudidayakan di rumah. Maka dari itu saat ini hidroponik sudah banyak dipilih juga bagi mereka yang ingin bercocok tanam, tetapi tidak memiliki lahan atau malas keluar rumah. Sistem hidroponik ini bisa dilakukan di depan rumah, di samping rumah, ataupun di belakang rumah. Yang menjadi salah satu kelebihan dari sistem tanam hidroponik ini adalah tidak membutuhkan tanah. Tanah yang berfungsi sebagai media untuk melarutkan unsur hara untuk diserap tumbuhan, digantikan oleh media lain dalam sistem hidroponik. Akan tetapi faktor utamanya tetap ada pada larutan nutrisinya. Jika memang benar kita bisa bercocok tanam dengansistem hidroponik di rumah.
Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik

Berikut ini beberapa tanaman yang sudah lumrah ditanam dengan cara hidroponik :

Selada. Daun selada dinilai menjadi salah satu pilihan terbaik jika Anda ingin menanam sayuran dengan sistem hidroponik. Apalagi selada tidak membutuhkan perhatian yang telralu rumit agar bisa tumbuh subur dan bisa dipanen dengan cara hidroponik. Pada saat bibit tanaman selada disemai, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu bibit akan tumbuh dua daun. Barulah setelah itu dipindahkan ke media tanam utama untuk dialiri air dan larutan nutrisi agar pertumbuhannya cepat. Pertumbuhannya cepat dan panennya juga cepat. Ketika bagian luar daunnya dipotong, maka bagian dalam akan tumbuh lagi dengan cepat untuk menggantikannya.

Sayuran Berdaun Hijau (bayam, kangkung, sawi ijo). Jenis tanaman hidroponik selanjutnya adalah sayuran berdaun hijau. Sama halnya dengan tanaman selada, sebagian besar jenis sayuran yang daunnya hijau juga bisa tumbuh dengan baik menggunakan sistem hidroponik. Beberapa jenis sayuran berdaun hijau yang bisa Anda tanam dengan sistem hidroponik diantaranya bayam, kangkung, sawi, dan sebagainya. Akan tetapi Anda harus memperhatikan tanaman sayuran berdaun hijau tersebut agar tumbuhnya tidak terlalu besar, karena akan mengganggu sirkulasi udara. Lama untuk memanen sayuran berdaun hijau ini pun terbilang cepat, yaitu pada hari ke-26 sampai hari ke-29. Jika lebih dari 29 hari rasa sayurannya bisa pahit.

Mentimun. juga menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang paling banyak ditanam. Tetapi timun lebih membutuhkan perhatian ekstra ketimbang dua jenis tanaman sebelumnya. Lebih-lebih masalah tempatnya, karena timun pasti membutuhkan tempat yang lebih luas. Nah, jika tahu demikian, tentu saja Anda bisa menanam sendiri sayuran yang Anda butuhkan dan memanennya sendiri setiap beberapa minggu sekali. Dengan demikian Anda bisa menghemat pengeluaran, bukan? Akan tetapi ada beberapa hal lagi yang perlu Anda perhatikan dalam perawatan beberapa jenis tanaman hidroponik tadi. Diantaranya adalah cahaya matahari yang masuk dan diserap oleh tanaman tidak boleh terlalu berlebihan dan tidak disarankan cahaya matahari langsung. Nah, hal inilah yang membuat menanam tanaman secara hidroponik sama repotnya seperti merawat bayi. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan dengan baik.

Disamping tanaman diatas berikut ini jenis tanaman yang bisa dibudidayakaan untuk tanaman hidroponik Beberapa tanaman yang sering ditanam secara hidroponik, adalah sayur-sayuran seperti bak choy, brokoli, sawi, kailan, bayam, kangkung, tomat, bawang, bahkan strowbery, dll. Tanaman demikian sering menjadi pilihan utama kaum vegan/vegetarian yang sangat memperhatikan proses suatu tanaman apakah terdapat pembunuhan makhluk hidup, tercampur unsur kimiawi, konservasi lingkungan dan usaha penghijauan.[tk]

Tags:
tanaman yang cocok untuk hidroponik, macam macam tanaman hidroponik, tanaman yg cocok untuk hidroponik, buah yang bisa ditanam dengan hidroponik, Tanaman yang bisa di hidroponik, tanaman yang bisa hidroponik, tanaman yang bisa ditanam hidroponik, tanaman yg cocok untuk hydroponik, jenis tumbuhan hidroponik, sayuran yang bisa ditanam secara hidroponik
Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik. Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan memanfaatkan halaman pekarangan, berbagai jenis sayuran dapat dihasilkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sendiri. Namun tidak demikian halnya di daerah perkotaan, halaman pekarangan pada umumnya sempit, dan tidak jarang sudah dilapisi dengan semen sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk bertanam sayuran.

Teknologi hidroponik bisa menjadi alternative. Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam secara hidroponik, untuk sarananya bisa menggunakan paralon. Hidroponik dengan cara ini dapat diterapkan oleh siapa saja karena sangat mudah. Tanaman dapat ditempatkan dimana saja, yang penting pada saat hujan tanaman tidak kehujanan. Kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Sebagaimana sudah diketahui bahwa untuk pertumbuhannya tanaman memerlukan sinar matahari. Dalam satu hari tanaman minimal membutuhkan 5 jam penyinaran tetapi dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang terik tidak baik untuk tanaman. Tanaman yang cocok ditanam dengan teknologi ini adalah tanaman sayuran daun seperti selada, pakcoy, caisim, bayam, kangkung dan sebagainya. Menurut standar FAO, kebutuhan sayuran adalah 65 kg/kapita/tahun. Adapun konsumsi rata-rata orang Indonesia adalah baru 34,5 kg/kapita/tahun. Gambar dan penjelasanya dibawah ini diharapkan dapat membantu Anda menjadi lebih mudah memahami teknologi hidroponik sederhana ini.
  • Alat dan bahan hidroponik yang diperlukan

 1. Hidroponik kit untuk bercocok tanam, dapat dibuat dari paralon
 2. Media tanam Rockwool. Rockwool terbuat dari batuan volcanic yang di panaskan sedemikian rupa      sehingga akhirnya terbentuk serat-serat. Media ini steril dari sumber hama, penyakit dan gulma
  • Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik

 1. Benih sayur. Berbagai jenis sayuran daun danpat di tanam dengan teknologi ini. Misalnya kangkung, selada, pakcoy, caisim dan sebagainya.
  2. Nutrisi hidroponik Karena pada system hidroponik, tanaman mendapatkan unsur hara dari larutan, maka larutan tersebut harus mengandung nutrisi.
  3. Semai. Semaikan benih ke media yang sudah disiapkan. Pilih benih yang bernas (berisi). Gunakan pinset. Benih dibenamkan ke media sedalam kira-kira 2-5 mm
  4. Penyiraman Benih yang sudah disemai disiram sampai media tanam menjadi basah. Gunakan air   bersih, belum menggunakan pupuk.
  5. Tutup kit dengan plastic selama 3-5 hari. Tujuannya agar media jadi lembab dan selalu hangat sehingga perkecambahan akan mudah. Benih akan berkecambah setelah 3-5 hari. Isi hidroponik kit dengan larutan nutrisi sampai menyentuh bagian bawah dari media tanam. Hidroponik kit harus diletakan pada tempat yang datar, mendapat sinar matahari dan sebaiknya tidak kena hujan. Apabila nutrisi berkurang, tambahkan lagi larutan nutrisi. Setelah 30 hari, sayuran bisa dipanen, tergantung jenis sayuran dan sinar matahari. Teknik ini sangat minim pemeliharaan.
Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik – Hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro berarti air dan ponous berarti kerja. Sesuai arti tersebut, bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen. Beberapa kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik dibandingkan dengan pertanian konvensional yaitu :
Kekurangan dan kelebihan hidroponik
Kelebihan sistem hidroponik antara lain:
  1. Penggunaan lahan lebih efisien
  2. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah
  3. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih
  4. Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  5. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah
Kekurangan sistem hidroponik antara lain:
  1. Membutuhkan modal yang besar
  2. Pada kultur substrat, kapisitas memegang air media substrat lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius.
Di Indonesia, hidroponik yang berkembang pertama kali yaitu hidroponik substrat, setelah hidroponik substrat, hidroponik NFT (Nutrien Film Technique) mulai dikenal di Indonesia, kemudian berkembang pula hidroponik aeroponik yang memberdayakan udara.
Hidroponik Subtrat. Sistem hidroponik subtrat tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah. Bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai media tanam pada hidroponik metode subtrat adalah arang sekam, pasir, kerikil, batu apung, cocopeat, rockwool, dan spons. Media-media tersebut harus steril, bisa menyimpan air sementara, porous, dan bebas dari unsur hara. Media tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan air nutrisi sementara dan tempat tersebut berfungsi sebagai tempat berpijak akar. Sistem irigasi tetes digunakan untuk menyuplai kebutuhan unsur hara dari air nutrisi yang disiram ke tanaman menggunakan
Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique). Kata “film“ dalam hidroponik nutrien film technique menunjukkan aliran air tipis. Hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya. NFT merupakan model budidaya dengan meletakan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran bisa berkembang di dalam larutan nutrisi karena disekeliling perakaran terdapat selapis larutan nutrisi, maka sistem ini dikenal dengan nama nutrien film technique.
Aeroponik. Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Aeroponik dapat diartikan dengan memberdayakan udara. Prinsip kerja dari aeroponik yaitu menyemburkan larutan hara dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Larutan hara tersebut akan diserap oleh akar tanaman. Tanaman pada sistem aeroponik ditanam dengan cara digantung sehingga akar tanaman menggantung di dalam suatu bak. Pangkal batang dimasukkan ke dalam helaian styrofoam yang telah dilubangi agar dapat berdiri.
Menanam Hidroponik Dengan Sumbu Kain Sejak metode bercocok tanaman hidroponik ini menyebar di seluruh indonesia, para pengusaha pertanaman pun memakai cara ini untuk menata kebunnya dan memperkenalkannya kepada ibu rumah tangga kota. Sudah tentu, para ibu rumah tangga yang sampai saat ini memakai pot biasa dalam penataan ruangan rumahnya, lebih senang mengurus pot yang bersih dari pada yang kotor oleh tanah. 

Sesungguhnya juga sudah mulai 70-an, hidroponik yang semula dilakukan untuk menghasilkan sayur mayur di rumah kaca itu dicoba dalam pot penghias ruangan rumah. Hanya saja waktu itu kita belum begitu tertarik, karena bentuk pot hidroponik masih belum bagus mempesona seperti sekarang. Baru dalam tahun 2013 belakangan ini, kita makin semangat berhidroponik, berkat macam-macam alat penemuan baru yang diedarkan di pasaran, mulai dari pot berjendela dan kerikil sintetik, sampai kantong makanan dan tangki air. Itu semua memudahkan para penggemar untuk membanting setir, dari pot berlepotan ke bejana salon yang cantik dan bersih.

Bertanam dengan sumbu
Ketika tahun 90-an ketika hidroponik rumah tangga ini masih dalam taraf percobaan, menanam bunga kesayangan dalam pot model biasa yang lubang bawahnya diberi segebung sumbu kompot, untuk menyerap cairan makanan dari piring atau bak tempat menaruh pot. Dulu, wadah pot memang masih berupa piring ceper atau bak yang rendah. Sumbu ini masuk ke dalam pot sedalam paling sedikit dua cm. Ujungnya yang berada dalam pot diurai ke perbagai arah, sehingga nantinya larutan makanan yang aka diserapkan ke medium tanam dapat tersebar secara merata.

Pot yang direndam bagian bawahnya dalam larutan makanan dalam piring ceper itu harus diganjal sesuatu, supaya sumbu yang melambai-lambai dari lubangnya tidak terjepit, dan mampu meresapkan cairan ke dalam pot, dengan lancar.

Cara yang dikenal sebagai pengairan dengan sumbu ini memang dapat dinikmati keberhasilannya, tetapi tidak praktis jika potnya terlalu banyak, dan masing-masing diberi piring ceper penampung cairan makanan. Kerapian tidak terjaga lagi, apalagi kalau piringnya diserbu macam - macam serangga malam, yang menemui ajalnya dalam larutan garam, termasuk laron yang mau nikah.

Untunglah kemudian ada yang menyempurnakan cara itu dengan menciptakan pot bersumbu yang dipasang dalam wadah berupa pot juga, yang garis tengahnya agak lebih besar. Dengan demikian, pot hidroponik ini selalu terdiri dari dua bagian. Pot bagian dalam yang merupakan tempat bertanam, dan pot bagaian luar yang merupakan wadah bagi pot bagian dalam, dan sekaligus berlaku sebagai penampung air atau larutan makanan tanaman.

Sumbu Kain
Pot bersumbu dari plastik polivinilklorida buatan Indonesia ini mempunyai bibir yang melengkung keluar, supaya dapat ditumpangkan pada tepian pot bagian luar. Sumbunya bukan sumbu kompor, tetapi pita lebar dari kain keras yang biasanya dipakai sebagai penguat kraag kemeja itu. Pita ini ditembuskan lewat dasar pot bagian dalam, melalui sepasang celah yang cukup lebar bagi pita kain itu, tetapi cukup sempit bagi kerikil medium tanam jangan sampai menerobos jatuh ke tempat cairan makanan.

Dalam pemakaiannya, sumbuk kain itu harus dipasang melengkung dengan lengkungannya berada di dalam pot, sedang ujung pangkalnya melambai-lambai di luar (bawah) pot. Pemasangan harus demikian rupa, hingga lengkungannya dapat cukup jauh menyembul ke atas, dengan jalan menyelipkan sejumlah kerikil di bawahnya, yang cukup banyak mengganjal pita kain itu. Dengan begitu, cairan yang diresapkan ke atas dapat mencapai bagian pot yang lebih tinggi daripada jika pita itu tidak dibuat melengkung, tetapi datar saja di dasar pot.

Akan tetapi kelemahan sumbu ini masih merepotkan, karena pada dinding pot luar ada lubang kecil kira-kira di tempat setinggi batas dasar pot bagian dalam. (Pot ini bagian dalam ini memang lebih pendek daripada pot bagian luar, sehingga dasarnya melayang kira-kira 2-3 cm diatas dasar pot bagian luar). Untuk mencegah jangan sampai larutan makanan menggenangi pot bagian luar secara berlebihan sehingga mencapai dasar pot bagaian dalam (yang melayang di atas itu), antara permukaan larutan dan dasar pot bagian dalam ini memang masih harus ada ruangan berudara, untuk menjaga agar senantiasa ada persediaan oksigen yang cukup bagi akar tanaman. Untuk mengusahakannya, perlu ada lubang pengeluaran air kelebihan itu. Dan lubang inilah yang merepotkan, karena cairan dari dalam pot dapat mengotori meja bagus, tempat menaruh pot itu.

Wick system adalah metode hidroponik yang menggunakan perantara sumbu antara nutrisi dan media tanam. Cara ini mirip dengan mekanisme kompor, dimana sumbu berfungsi adalah untuk menyerap air. Sumbu yang dipilih adalah yang mempunyai daya kapilaritas tinggi dan tidak cepat lapuk. Sejauh ini yang sudah saya coba, kain flanel adalah sumbu terbaik untuk wick sistem. Boleh dibilang, sistem ini adalah yang paling sederhana. Bisa menggunakan botol plastik bekas, kaleng cat bekas, atau styrofoam box bekas.
Bagi anda yang tinggal di kota besar, bisa jalan-jalan ke swalayan atau toko buah yang menjual anggur. Styrofoam box anggur ini biasanya tidak dijual lagi oleh pemiliknya. Box tersebut bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti sawi, pakchoy, kangkung atau bayam. Dengan satu box, anda bisa membuat sekitar 9-12 lobang tanam. Enak lho, bisa memanen sayuran sendiri dari hasil tanam sendiri. Apalagi jika menggunakan sistem hidroponik. Sayuran segar, bebas pestisida, bebas hama cacing dan bersih dari tanah.
Styrofoam Box Buah
Selanjutnya, bolongi styrofoam box bagian atas anda 9-12 lobang dengan menggunakan solder listrik, atau bisa juga dengan kawat yang sudah dibulatkan lalu dipanaskan dengan api. Kemudian potong kain flanel sekitar 15 cm untuk sumbu. Lobangi cup es krim atau bekas air mineral gelas, lalu masukkan sumbu sekitar 15 cm ke dalam cup, sisanya biarkan menggantung untuk penyerapan air dari box penampung nutrisi. Box bagian bawah dilapisi dengan plastik berwarna hitam agar dapat menampung air, bisa juga dengan plastik berwarna putih, hanya saja rentan terkena lumut

Dilapisi Plastik

Media semai untuk wick system bisa mengunakan rockwool, sekam bakar, cocopeat, pakis dan sebagainya. Menurut saya, rockwool adalah media semai sayuran yang paling baik. Selain menyimpan air yang dibutuhkan untuk mempercepat proses perkecambahan, kita juga dapat mengamati langsung proses kecambah benih yang kita semai. Ada baiknya penyemaian dilakukan di ruangan gelap untuk mempercepat proses kecambah. Ketika sudah berkecambah sedikit, langsung taruh di tempat yang kena cahaya matahari agar bibit tidak etiolasi.



Semaian pada Sekam Bakar + Pakis

Rockwool

Untuk sayuran seperti sawi dan pakchoy, dapat dipanen sekitar 25-30 hari semenjak pindah dari semaian. 1 box styrofoam dapat menghasilkan tanaman untuk 2 kali panen. Selain segar, terjamin sehatnya sayuran tersebut, karena biasanya sistem hidroponik tidak menggunakan pestisida kimia, melainkan pestisida nabati untuk menghindari hama. Gampang kan?
Akar Pakchoy




Sekian Informasinya semoga bermanfaat,dan kami menyediakan perlatan hidroponik
KLIK